PERKEMBANGAN TULISAN



Belajar Filologi
PERKEMBANGAN TULISAN

Pada awalnya manusia belum mengenal system tulisan yang sempurna seperti sekarang. Namun, dengan berkembangnya zaman, hasil cipta karya manusiapun selalu berkembang sering dengan perkembangan peradaban, contohnya berkembangnya tulisan atau literasi. Yang mana asalnya tulisan itu digunakan sangat sederhana, hanya berwujud gambar yang disebut tulisan pictogram, kemudian menjadi ideogram, logogram, sampai muncul tulisan silabis, alfabetik, dan fonemik. Manusia dulu hanya menggunakan gambar untuk menuliskan ungkapan kata dan bahkan kalimat. Adapun jenis-jenis tulisan tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Tulisan pictogram adalah gambar yang difungsikan untuk tulisan atau secara longgar dapat disebut tulisan gambar. Sedangkan Ideogram adalah tulisan gambar yang disederhanakan dengan makna yang lebih luas. Perbedaan antara pictogram dan ideogram terletak pada hubungan antara lambang dan obyek yang diwakili. Bentuk yang lebih menyerupai gambar  adalah pictogram, sedangkan bentuk yang lebih abstrak yang berupa turunan adalah ideogram. Cirri utama keduanya adalah tidak mewakili kata-kata atau bunyi-bunyi dalam bahasa tertentu. [Baca juga: PERKEMBANGAN FILOLOGI DI EROPA, TIMUR TENGAH]
2.    Tulisan Logogram adalah Logo untuk melambangkan bunyi tertentu secara arbitrar sebagai tulisan. Dalam logogram, setiap lambang mewakili sebuah kata. Lambang itu tidak memiliki nilai fonetik kecuali bahwa lambang itu memiliki ucapan yang khas.
3.      Tulisan Silabis adalah apabila suatu systim tulisan menerapkan seperangkat lambang yang mewakili pengucapan suku kata. Adapun asal mula tulisan silabis ialah bentuk tulisan bangsa Sumeria di Mesopotamia pada akhir millennium keempat sebelum Masehi. [Baca juga: PRAKTEK PENELITIAN MANUSKRIP DAN TEKSNYA]
4.    Tulisan Alphabet adalah seperangkat lambang  tertulis yang tiap-tiap lambang mewakili bunyi tertentu. System tulisan alfabetis adalah system tulisan yang grafem-grafemnya pada umumnya memiliki acuan pada sebuah fonem. Tulisan Alfabetis seperti Latin dan Arab sekarang ini mempunyai kelemahan karena  masih ada alofonnya, kemudian muncul tulisan Fonemik yang tanpa alofon. Tulisan alfabetis berpeluang menjadi fonemik, tetapi kenyataannya gagal karena masih ada lambang tertentu yang mewakili bunyi lebih dari satu yang disebut alofon. Kelemahan tersebut menyebabkan kebutuhan terhadap system tulisan baru yang masing-masing lambang mewakili hanya satu bunyi, maka muncullah sistim tulisan fonemik, sebagaimana yang digunakan pada bacaan setiap kata dalam kamus bahasa Inggris dan sebagainya.

Komentar